Showing posts with label identity. Show all posts
Showing posts with label identity. Show all posts

Friday, 20 July 2012

AREK GRESIK ULTRAS MANIA

Salam satu jiwa !

ULTRAS MANIA !
kita acungkan jari telunjuk..
kita acungkan jari kelingking..
dan teriakkan ULTRASMANIA
dan teriakkan ULTRASMANIA!
Ultras Mania Gresik,yang artinya ulah,trampil,rasional.Supporter fanatik dari tim yang bernama gresik united yang berlaga di kancah ISL 2011/2012.Ultras is back,setelah lama terjaga dari mimpi panjang setelah momen 2002 yang melambungkan nama Ultras di indonesia setelah PS Petrokimia Putra gresik juara Liga bank mandiri.
Ultras di bentuk pada tanggal 5 november 1999.sekarang telah berumur 12 tahun,Umur yang belum terlalu matang di bandingkan saudara supporter di indonesia,tetapi telah monorehkan suporter terbaik indonesia tahun 2002.Mungkin di kalangan Jatim masih tertutup oleh Bonek mania,Aremania,La mania,Delta mania.Tetapi Ultras tidak akan terkubur begitu dalam lagi,Krena momen 2002 telah kembali ke dalam stadion kebanggan arek arek gresik yaitu Tri dharma.Ultras sejatinya adalah suporter dari PS.Petro Kimia Putra Gresik tetapi karena ada marger antara petro dan persegres sehingga pada tahun 2004 berubah nama menjadi Gresik United.
ps petro kimia putra
Gresik United
setelah berubah nama preaktis para ultrasmania fokus mendukung kesebelasan GU (Gresik United) tetapi Ultras tertidur,penonton sepi di stadion karena prestasinya kurang memuaskan.
persgres gresik united
Tetapi setelah 10 tahun tertidur dengan nyenyak di tahun 2011 ULTRAS IS BACK!. Bupati gresik merubah dan membangunkan tidur para ultras mania.Bupati gresik meresmikan Klub baru yang berkiprah di ISL bersama tim tim solid indonesia.Ultras kembali bergairah setelah kemengan kemenangan dapat di raih oleh persegres gresik united.Walaupun persegres united berkiprah di ISL yang liganya di anggap ilegal oleh badan tertinggi sepak bola indonesia yaitu PSSI Ultras tetap setia menguningkan stadion kebanggan arek arek gresik
di pertandingan pertama mereka di kandang lihat saja pada gambar ultras mania membajiri stadion tri dharma.
dan juga di pertandingan kedua melawan arema indonesia ultras mania lebih membludak.Tiket yang di sediakan oleh panitia pertandingan habis terjual,tidak ada celah di stadion tri dharma,karena penuh sesak oleh Ultras mania yang kembali bergairah.Gresik iku ULTRAS!teruslah bergerak dan bersatu kawan kawan ultras.menang kalah hal yang biasa,yang penting loyalitas mu terhadap GU tidak pernah terkikis!
berikut galeri fotonya.(hasil foto dari scan dan jepret sendiri)

persegres Gresik United vs arema

Ultras lawas di GBK SENAYAN (petro juara)

Ultras lawas di GBK SENAYAN (petro juara)

Ultras Lawas Tour solo

Ultras Lawas tour Solo

Ultras di Gelora Bung Tomo

ULtras Lawas di Manahan solo

Ultras tour Kediri (Gresik United vs persik)

Ultras lawas

Persegres gresik united vs persela

Persegres Gresik Uited vs persela

Petrokima putra vs arema malang 2002(facebook aremania gresik)

Persegres vs Arema

sebelum pertandingan

persegres Gresik United vs Arema

persegres Gresik United vs arema

PUNK INDONESIA

''PUNK''sebuah kata simple yang pasti membuat orang berpikir negatif.Hal ini bisa di maklumi dari dandanan mereka yang berantakan yang memakai pearcing,rambut berwarna mencolok dan bertato.Awal mula punk berada di inggris pada tahun 70-an sampai sekarang punk sudah merambat keseluruh negara,sampailah punk di negara indonesia tercinta ini.dan yang lebih hebohnya punk telah tersebar di sebagiankota indonesia contohnya,surabaya,jakarta,bandung,gresik,bojonegoro,malang dan lamongan.Punk di indonesia terbagi menjadi banyak bagian,ada punk scooter,yaitu anak punk yang bisa menggunakan sepeda scooter atau vespa,ada juga punk jalanan,punk yang biasanya hanya menggembel di jalanan dan ini yang bisanya di cap oleh sebagian masyarakat sebagai sampah masyarakat,tapi tahukah anda anak punk juga banyak yang berkreativitas berkreasi demi menghidupi dirinya.seperti berjualan stiker,membuka distro yang isinya adalah aksesori punk,dan yang paling terkenal itu adalah munculnya grup band punk.sebelum saya melangkah lebih jauh tentang grup band punk saya akan memberikan alasan anak-anak punk mengapa mereka memilih jalan hidupnya menjadi seorang punk.kebutulan saya pernah masuk kedalam anggota punk di gresik,saat saya teman teman mengapa mereka memilih punk dalam hidupnya?rata rata mereka terkena masalah yang begitu besar dalam hidupnya dan juga ada alasan yang menarik sehingga mereka memilih jalan punk,seperti broken home,keinginan yang tak tersampaikan,ingin di takuti,ingin hidupnya bebas tidak ada yang mengatur,dan para pemuda yang tidak percaya atau tidak suka tentang adanya pemerintah,karena menurut mereka orang orang pemerintahan hanya mencari uang tidak memikirkan kesejahteraan rakyat miskin.hal ini yang menjadi ideologi mereka,tapi perlu anda tahu kebersamaan di dalam kelompok punk sangat lah kuat saya juga pernah mengalami sendiri bagaimanakah kehidupan anak punk itu,jadi kita bisa ambil garis besar komunitas punk aslinya memiliki keinginan yang sama dengan masyarakat biasa yaitu ingin negeri ini di atur oleh orang yang jujur dan mementingkan kesejahteraan masyarakat kurang mampu,cuma mungkin penampilan dan cara hidup yang berbeda.sekian dulu artikel saya tentang punk di indonesia,lain waktu saya akan menyambung ke Grup band punk.salam satu SI,WANI !!!


SALAM SATU JIWA,ULTRAS MANIA

Liga Indonesia 1994 – 1995
PERKAWINAN GALATAMA dan PERSERIKATAN
Kompetisi Terbesar Di Dunia, Diikuti 34 Tim
Persib Bandung
Anwar Sanusi (kiper), Dede Iskandar, Nanang Kusneadi, Mulyana (KK ’62), Robby Darwis (kapten), Yadi Mulyadi, Kekey Zakaria, Yudi Guntara/Asep Sumantri (51), Sutiono, Yusuf Bachtiar, Asep Kustana (KK ’29)
Pelatih : Indra Tohir
Petro Kimia Gresik
Darryl Sinnerine (kiper – Tobago & Trinidad), Sasi Kirono, Seto Budiarso (KK ’51, KM ’53), Khusaeri (kapten), Eri Irianto (KK ‘6), Andi Setianto/Arifin (77), Zainul Arifin, Widodo C Putra, Suwandi HS, Jacksen F. Tiago (KK ’44 – Brasil)
Pelatih : Andi Teguh
Wasit : Zulkifli Chaniago
Wilayah Barat
1.Pelita Jaya 32 24 5 3 78-25 77
2.Persib Bandung 32 20 9 3 54-15 69
3.Bandung Raya 32 19 10 3 68-26 67
4.Medan Jaya 32 15 11 6 46-29 56 
———————————————– 8 Besar
5.Semen Padang 32 14 10 8 45-25 52
6.Persiraja 32 14 10 8 37-41 52
7.Arseto 32 14 6 12 46-38 48
8.Persita Tangerang 32 13 6 13 43-41 45
9.PSMS Medan 32 11 8 13 37-36 41
10.PSDS Lubuk Pakam 32 10 11 11 38-45 41
11.Mataram Putra 32 11 6 15 24-31 39
12.Persiku 32 10 7 15 30-37 37
13.Persija Pusat 32 11 5 16 42-51 35 [-3]
14.BPD Jateng 32 8 10 14 42-50 34
15.Persijatim 32 6 6 20 29-71 24
————————–————————–—-
16.PS Bengkulu 32 5 5 22 28-69 20 Degradasi
17.Pelita Jaya 32 2 5 25 24-81 11 Degradasi
Wilayah Timur
1.Petrokimia Putra 32 17 9 6 62-31 60
2.Pupuk Kaltim 32 15 12 5 58-27 57
3.Assyabaab SGS 32 17 6 9 57-45 57
4.Barito Putra 32 17 5 10 51-31 56
————————–————————––8 Besar
5.Gelora Dewata 32 15 9 8 50-27 54
6.Arema Malang 32 15 7 10 44-41 52
7.Mitra Surabaya 32 15 5 12 45-34 50
8.Persipura Jayapura 32 13 9 10 40-42 48
9.Persebaya Surabaya 32 12 10 10 45-40 46
10.PSM Ujung Pandang 32 11 10 11 31-32 43
11.Putra Samarinda 32 11 8 13 32-41 41
12.Persema Malang 32 11 6 15 33-43 39
13.PSIS Semarang 32 10 9 13 28-43 39
14.Persegres Gresik 32 8 8 16 33-49 32
15.Persiba Balikpapan 32 8 6 18 26-49 30
————————–————————–———–
16.PSIR Rembang 32 5 9 18 26-52 21 [-3] Degradasi
17.PSIM Jogyakarta 32 2 12 18 14-48 18 Degradasi
Promosi
Persma Manado
Pencetak Gol Terbanyak
34 gol : Peri Sandria (Bandung Raya)
30 gol : Buyung Ismu (Pelita Jaya)
22 gol : Dejan Glusevic (Bandung Raya)
21 gol : Vata Matanu Harcia (Gelora Dewata, Sutiono (Persib Bandung)
20 gol : Widodo C. Putra (Petrokimia Gresik)
18 gol : Jacksen F. Tiago (Petrokimia Gresik)
17 gol : Irwansyah (Persiraja Banda Aceh), Amir Yusuf Pohan (PKT Bontang), Joko Heryanto (Barito Putra)
16 gol : Roger Milla (Pelita Jaya)
15 gol : Widiyantoro (BPD Jateng), Agus Suparman (Pelita Jaya), Rocky Putiray
(Arseto Solo), Izaac Fatary (Persipura Jayapura)
Hadiah
Persib Bandung Juara Rp 75 juta
Petrokimia Putra Runner up Rp 50 juta
Widodo C Putra – Pemain Terbaik Rp 25 juta
Peri Sandria – Pencetak Gol Terbanyak : Sepatu Emas
Liga Indonesia 1994/1995 : Runer Up Divisi Utama (Juara Wilayah Timur)
Liga Indonesia 1995/1996 : Peringkat 8 Wilayah Timur Divisi Utama
Liga Indonesia 1996/1997 : Peringkat 6 Wilayah Timur Divisi Utama
Liga Indonesia 1997/1998 : Peringkat 9 Wilayah Timur Divisi Utama (Liga dihentikan)
Liga Indonesia 1998/1999 : Sepuluh Besar Divisi Utama (Peringkat 2 Grup B)
Liga Indonesia 1999/2000 : Peringkat 10 Wilayah Timur Divisi Utama
Liga Indonesia 2001 : Peringkat 6 Wilayah Timur Divisi Utama
Liga Indonesia 2002 : Juara Divisi Utama (Juara Wilayah Timur)
Liga Indonesia 2003 : Peringkat 18 Divisi Utama (Degradasi)
Liga Indonesia 2004 : Peringkat 5 Wilayah Barat Divisi I
Liga Indonesia 2005 : Peringkat 14 Wilayah Timur Divisi Utama (Degradasi)

Prestasi Lainnya:
1. Masuk 16 besar/putaran 3 Piala Winners Asia tahun 1995/1996
2. AFC Champion League tahun 2002/2003 sampai dengan putaran kedua.


                                                  Arema (Malang) n Ultras Gresik



disain T-shirt ultras GK thn 2012,,setelah sebelumnya sudah mengeluarkan T-shirt dengan 8 disain,,
t-shirt yang pertama di buat tahun 2002


               Skuad  PS.PETRO KIMIA PUTRA GRESIK,Liga Bank Mandiri 2002









Liga Indonesia I (Liga Dunhill) 1994-1995

Liga Indonesia II (Liga Dunhill) 1995-1996
Liga Indonesia III (Liga Kansas) tahun 1996
Liga Indonesia IV 1997-1998
Liga Indonesia V 1998-1999
Liga Indonesia VI 1999-2000
Liga Indonesia VII 2000-2001
Liga Indonesia VIII Bank Mandiri 2002
Liga Indonesia IX Bank Mandiri 2003
Liga Indonesia X 2004
Liga Indonesia 2005
Liga Indonesia 2006


 * Liga Indonesia I 1994/1995

Tanggal : 30 Juli 1995
Team : Petrokimia Putra vs Persib Bandung 0 - 1
Pencetak Gol : Sutiono (76')
Wasit : Zulkifli Chaniago

Line Up
Petrokimia Putra : Darryl Sinerine, Lutfi, Sasi Kirono, Setio Budiarto (Y)(51')(R)(53'), Khusaeri, Eri Irianto (Y)(6'), Andi Setiono/Arifin (77'),
Zainul Arifin, Widodo C. Putra, Suwandi HS, Jaksen F. Tiago (Y)(44')
Persib Bandung : Anwar Sanusi, Dede Iskandar, Nandang Kurnaedi, Mulyana (Y)(62'),Robby Darwis, Yadi Mulyadi, Kekey Zakaria, Yudi Guntara/Asep Sumantri (51'),Sutiono, Yusuf Bachtiar, Asep Kustiana (Y)(29')

Pelatih
Persib Bandung : Indra Tohir
Petrokimia Putra : Andi Teguh

Penghargaan :
Topscorer: Peri Sandria (Bandung Raya) 34 gol (37 pertandingan).
Best Player: Widodo Cahyono Putra (Petrokimia Putra)

* Liga Indonesia II 1995/1996

Tanggal : 6-10-1996
Stadion : Stadion Utama Senayan, Jakarta
Penonton : 50,000
Team : PSM Ujung Pandang vs Mastrans Bandung Raya 0 - 2
Pencetak Gol : Peri Sandria (3'), Rafni Kotari (11')
Referee : Yana Yoshihogu Katayama (Japan)

Line Up
PSM : Ansar Abdullah, Rony Ririn/Arif Kamaruddin (45'), Yeyen Tumena,
Marcio Novo, Hendriawan, Ali Baba (C)(Y), Syamsudin Batolla,
Luciano Leandro (Y), Ansar Razak, Ayub Khan/Rachman Usman (33'),
Jaksen F. Tiago (Y), Yusuf Ekodono/Yuniarto Budi (71')
MBR : Hermansyah, Surya Lesmana, Budiman, Hendriawan, Olinga Atangana,
Nuralim (Y), M. Ramdan,Alexander Saununu/Herry Kiswanto (78'),
Ajat Sudrajat (C), Hari Rafni Kotari/Makmun Adnan (67'),
Peri Sandria/Rehmalem (85')

Pelatih
Bandung Raya : Henk Wullems
PSM : M. Basri

Penghargaan
Topscorer: Dejan Gluscevic (Mastrans Bandung Raya) 30 gol (33 pertandingan).
Best Player: Ronny Wabia (Persipura)

* Liga Indonesia III 1996/1997

bertempat di : Stadion Utama Senayan, Jakarta

Persebaya Surabaya 3-1 Bandung Raya
Pencetak Gol : 58' Aji Santoso (pen), 60' Jacksen F. Tiago, 86' Reinald Pieters; 84' Budiman

Wasit : Kim Dae Hyung

Line Up
Persebaya Surabaya: Agus Murod, Aji Santoso (C), Anang Maruf/Hartono (80'), Sugiantoro, Justinho Pinhiero, Khairil Anwar, Carlos de Mello,
Yusuf Ekodono (Y)(40')/Jatmiko (43'), Uston Nawawi/Mursyid Effendi (87'),
Jaksen F. Tiago (Y) (64'), Reinald Pieters.
Bandung Raya: Hermansyah, Surya Lesmana/Rehmalem P. (63') (Y) (72'),
Nuralim (Y) (29'), Herry Kiswanto/Hendriawan (78'), Olinga Atangana,
Dahiru Ibarahim, M. Ramdan, Alexander Saununu, Budiman,
Deftendi/Stephen Weah (51'), Peri Sandria (c).

Penghargaan
Topscorer: Jacksen F. Tiago (Brazil, Persebaya Surabaya) 26 gol dari 25 pertandingan
Best Player: Nuralim (Bandung Raya)

Pelatih
Persebaya Surabaya: Rusdy Bahalwan
Bandung Raya : Albert Fafie

* Liga Indonesia IV 1997/1998

Kompetisi dihentikan karena alasan politik

* Liga Indonesia V 1998/1999

Pertandingan Final dilaksanakan pada tanggal 9 April 1999 bertempat di Stadion Klabat Menado.

Persebaya 0 - 1 PSIS
Pencetak Gol : Tugiyo menit ke-89

Wasit : Djajat Sudrajat;
Penonton : 30.000

Line-up
PSIS Semarang: I Komang Putra, Agung Setiabudi, M. Soleh, Wasis Purwoko, Simon Atangana, Ebanda Timothy, Bonggo Pribadi, Ali Sunan (C), Tugiyo, Ali Shaha Ali, Imran Amirullah/Deftendi (73').
Persebaya Surabaya : Hendro Kartiko, Aji Santoso (C), Anang Maruf/Hartono (88'), Sugiantoro, Yoseph Lewono, Chairil Anwar (Y), Eri Irianto, Yusuf Ekodono/Achmad Ariadi (57'), Uston Nawawi (Y), Musa Kallon, Reinald Pieters/Putut Wijanarko (62').

Penghargaan
Topscorer : Alain Mabenda (PSDS) 11 gol
Best Player : Ali Sunan (PSIS)
Fair Play Team : Semen Padang

Pelatih
PSIS Semarang: Edy Paryono
Persebaya Surabaya: Rusdy Bahalwan

* Liga Indonesia VI 2000


Bertempat di Gelora Bung Karno Senayan Jakarta
Tanggal : 23 Juli 2000
Penonton : 30.000

PSM Ujung Pandang 3-2 Pupuk Kaltim
Pencetak Gol : Kurniawan Dwi Julianto 39, 62, Rachman Usman 55; Aries Budi Prasetyo 75, Fachry Husaini 80pen

Wasit : Djadjat Sudrajat

Line Up
PSM: Hendro Kartiko, Ortisan Salossa, Rony Ririn, Syamsudin Batolla, Yuniarto Budi (44 Yosep Lewono), Carlos de Mello, Bima Sakti (c), Yusrifar Jafar
(68 Aji Santoso), Miro Baldo Bento (16 Rachman Usman), Kurniawan

Pupuk Kaltim: Sumardi, Jet Donald Laala, Aries Budi, Ridwansyah, Firdaus Nyong, Mansyur, Zulkifli (46 Joko Herianto), Fachry Husaini (c) (yellow 26),
Ponaryo Astaman (61 Pujo Semedi), Ardiansyah (79 Yudhi Kuncahyo),
Marten Tao

Penghargaan
Topscorer: Bambang Pamungkas (Persija) 24 gol
Best Player: Bima Sakti (PSM)

Pelatih
PSM Ujung Pandang: Syamsuddin Umar
Pupuk Kaltim : Soengkowo Soediharto

* Liga Indonesia VII 2001

Bertempat di Stadion Utama Senayan Jakarta
Tanggal : 7 Oktober 2001
Penonton : 60.000

PSM Makassar 2 - 3 Persija Jakarta
Pencetak Gol : Miro Baldo Bento 65pen, Kurniawan 80; Imran Nahumarury 3, Bambang Pamungkas 42, 47
Wasit : Aris Munandar

Line Up
PSM: Hendro Kartiko, Ortisan Salossa, Rony Ririn, Syamsudin Batolla (40 Yuniarto Budi), Alexander Pulalo (60 Rachman Usman), Carlos de Mello, Bima Sakti, Yosep Lewono, Miro Baldo Bento (yellow), Kurniawan (yellow) (85 Iswadi)
Persija: Mbeng Jean, Nuralim, Joko Kuspito, Antonio Claudio, Anang Maruf, Budiman, Agus Suprianto, Luciano Leandro, Imran Nahumarury (35 Dedi Umarella) (72 Warsidi), Gendut Doni (77 Widodo C. Putra), Bambang Pamungkas (Y)

Penghargaan
Topscorer: Baco Saddisau (Barito Putra) 22 gol
Best Player: Bambang Pamungkas (Persija)

Pelatih
Persija Jakarta: Sofyan Hadi
PSM Makassar: Syamsuddin Umar

* Liga Indonesia VIII 2002

Bertempat di : Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta
Tanggal : 7 Juli 2002
Penonton : 50.000

Persita Tangerang 1 - 2 Petrokimia Putra
Pencetak Gol : Ilham Jayakesuma 1; Samuel Celbi 73, Yao Eloi 93

Line Up
Persita (3-5-2): 1-Ahmad Kurniawan, 5-Nugroho Adiyanto, 22-Olinga
Atangana (captain), 6-Ade Manap (yellow), 16-Uci Sanusi (17-M Soleh 90),
2-Giman Nurjaman, 15-Firman Utina, 11-Enjang Rohiman, 7-Carlos de Mello
(9-Jammah Ballah 61), 10-Ilham Jayakesuma,9-Zainal Arif (yellow 43)
Pelatih : Benny Dolo
Petrokimia (3-5-2): 1-Mukti Ali Raja, 3-Khusaeri (captain) (yellow 50),
18-Aries Budi Prasetyo, 15-Abdul Rozak, 20-Sony Kurniawan, 4-Sasi Kirono,
16-Yance Katehokang, 9-Agus Indra (19-Samuel Chelbi 64), 9-Gatot Indra,
(17-Heri Purnomo 45), 7-Widodo Cahyono Putra (10-Yao Eloi 45),
11-Zainal Ikhwan
Pelatih: Sergei Dubrovin

Wasit : Purwanto (Kediri)

Penghargaan
Top Scorer : Ilham Jayakesuma (Persita) 26 gol
Best Player : Ilham Jayakesuma (Persita)

 * Liga Indonesia IX 2003

Not Availabled
* Sistem Kompetisi satu wilayah

Juara : Persik Kediri

* Liga Indonesia X 2004

Not Availabled
* Sistem Kompetisi satu wilayah

Juara : Persebaya Surabaya

* Liga Indonesia XI 2005

Bertempat di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta.
Tanggal : 25 September 2005
Penonton : 80.000

Persija Jakarta 2 - 3 Persipura Jayapura
Pencetak Gol : Agus Indra 10, Francis Wewengkang 55; Boaz TE Salossa 18, Korinus Fingkreuw 82, Ian Kabes 101

Line Up
Persipura (3-5-2): 1-Jendri C Pitoy, 14-Jack Komboy, 17-Mauly Lessy,
18-Ridwan Bauw (13-Ian Kabes 45), 24-Christian Worabay, 7-Marwal
Iskandar, 10-Eduard Ivakdalam, 21-Lenglolo (23-Victor Sergio 75),
32-Victor Igbonefo, 26-Boaz Solossa (12-Korinus Fingkreuw 70),
9-Mabengga Erick
Persija (3-5-2): 1-Hendro Kartiko, 23-Hamka Hamzah, 7-Aris Indarto,
5-Charis Yulianto, 26-Ortizan Solossa, 11-Agus Indra (9-Francis
Wewengkang 22), 17-Jaldecir dos Santos, 19-Lorenzo Cabanas (2-Mulki
Hakim 80), 14-Ismed Sofyan, 29-Batoum Roger, 24-Fatecha
Wasit : Purwanto (Kediri)]

Penghargaan
Best Player: Christian Worabay (Persipura)
Topscorers:
25 Christian Gonzales (Persik)

* Liga Indonesia XII 2006

Bertempat di Stadion Manahan, Solo
Tanggal : 30 Juli 2006
Penonton : 25,000

Persik Kediri 1-0 PSIS Semarang
Pencetak Gol : Christian Gonzales '109

Line Up
Persik: 27-Wahyudi, 6-Suroso, 4-Aris Indarto, 14-Leonardo Gutierrez;
12-Harianto (c), 88-Danilo Fernando, 8-Jefry Dwi Hadi (19-Suswanto 55),
23-Ebi Sukore, 25-Khusnul Yuli; 10-Christian Gonzales, 13-Budi Sudarsono
(7-Bertha Yuwana 116)
Pelatih : Daniel Roekito
PSIS: 12 Komang Putra, 5-Maman Abdurrahman, 25-Foffe Kamara, 27-Zoubairou Garba (16 Deni Rumba 113); 23-M. Ridwan, 10-G.H Ortiz, 24-Suwita Patha, 9-Indriyanto Nugroho (15-Miguel Angel Dominguez 54), 17-Harry Salisburi;
20-Emanuel de Porras (c), 7-Imral Usman (21-Khusnul Yakin 64)
Pelatih : Bonggo Pribadi

Wasit : Jimmy Napitupulu (Jakarta Selatan)

Kartu Kuning : Jefry Dwi Hadi(Persik,17), Danilo Fernando(Persik,54), Khusnul Yakin(PSIS,79)
Kartu Merah : Christian Gonzales (Persik, 109)

Topscorers:

25 Christian Gonzales (Persik)

* Liga Indonesia XIII 2008

Bertempat di Stadion Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung
Tangga : Feb 10, 2008
Penonton : 0(tanpa penonton)

Sriwijaya FC 3-1 PSMS [aet]
Pencetak Gol : Anoure Obiora Richard '15, Keith Kayamba Gumbs '107, Zah Rahan '114; James Koko Lomel '69.

Starting Line Up:
PSMS: 20-Markus Horison; 50-Murphy Kumonple, 18-Usep Munandar,
29-Rommy Dias Putra (33-Andreas Formento 31); 22-Supardi,
28-Masperi Kasim, 12-Mbom Mbom Julien, 24-Legimin Raharjo (cap.),
77-Gustavo Chena; 26-Saktiawan Sinaga, 10-James Koko Lomel;
Pelatih : Freddy Mulli;
Sriwijaya: 12-Ferry Rotinsulu; 4-Charis Yulianto, 31-Renato Elias
(cap.), 22-Slamet Riyadi, 25-Isnan Ali; 6-Toni Sucipto,
10-Zah Rahan, 29-Wijay, 16-Benben Berlian; 9-Anoure Obiora Richard,
17-Keith Kayamba Gumbs; trainer: Rahmad Darmawan;

Kartu Kuning:
Sriwijaya: Carlos Reanto Elias (12), Slamet Riyadi (60);
PSMS: Murphy Kumonple (19 and 45), Gustano Chena (63);
Kartu Merah:
Murphy Kumonple (45; PSMS; 2 kk)
Wasit : Purwanto (Kediri);

Top Skorer :
32 Cristian Gonzalez (11 pen) (Persik)

* Indonesia Super League 2008/2009

Not Availabled
* Sistem Kompetisi satu wilayah

Juara : Persipura Jayapura

Top Skorer :
28 Boaz T. Erwin Salossa (Persipura)
Cristian Gerard Alfaro Gonzales (Persib)
23 Alberto Goncalves da Costa (Persipura)
22 Claude Parfait Ngon A Djam (Sriwijaya FC)
19 Bambang Pamungkas (Persija)
17 Cristiano Lopes Figueiredo (Pelita Jaya)
Talaohu Abdul Musyafry (Persiba)
16 Greg Nwokolo (Persija)
Marcio Souza da Silva (Persela)
Ernest Jeremiah Chukwuma (Persipura)

* Indonesia Super League 2009/2010

Not Availabled
* Sistem Kompetisi satu wilayah

Juara : Arema Indonesia

Top Skorer :
19 Aldo Barreto Miranda(Bontang FC)


 Pertandingan Arema VS Petro 2003.wmv






persib vs petrokimia.avi

Tuesday, 17 July 2012

this is about me ULTRAS is TRADITIONAL LOCAL SUPPORTER

1.Sedikit cerita tentang sepak bola dan suporter

aku adalah seorang yang lahir di negeri selangor, malaya
namun aku membesar dan belajar terlampau banyak dikota tercinta GRESIK
tapi ni bukan mau cerita riwayat hidup aku
ini hanyalah tulisan cerita tentang sepak bola dan suporter
yang ada dalam kehidupan aku
mungkin seingatku tontonan pertandingan sepak bola pertama yang aku lihat adalah FINAL WORLD CUP 1998 FRANCE VS BRAZIL
semua awalnya karena kakek aku suka nonton bola
jadi aku ikutan suka juga
berlalu hingga awal 2000 aku masih suka dengan FRANCE
mungkin kerana juara lagi :D
tapi di tahun 2001 lah aku benar2 paham apa itu sepak bola
tim kebanggaanku bertambah
AS ROMA di ITALI
LIVERPOOL di INGGRIS
BAYERN MUNCHEN di GERMANY
MADRID di SPANYOL

tapi hanya AS ROMA dan LIVERPOOL yang akan selalu melekat di hidupku
sebagian besar kerana aku kagum dengan suporter mereka ULTRAS ROMA/ROMANISTI DAN ANFIELD GANK/LIVERPOOLDLIAN

pada tahun itu juga
as roma meraih scudetto serie a dan piala super italia
liverpool meraih Piala FA, Piala Liga Inggris dan Piala UEFA-

dan beberapa yang akan selalu ku ingat adalah
#saat pertandingan juara AS ROMA VS PARMA
#batistuta mencetak gol ke gawang fiorentina( penjelasan) giornata ke 8batistuta menangis setelah mencetak gol ke gawang fiorentina
#hampir seluruh pertandingan di TV saat german ditampilkan aku menonton
hingga akhirnya german kalah di final oleh brazil :(

tapi untuk negara favorite
aku bertukar dari FRANCE ke GERMAN
kerana meskipun mereka bukan juara di world cup98 & euro 2000
tapi player dan permainan mereka mampu menggugah pilihanku
terutama player2 baru yang membuatku kagum terutama OLIFER KAHN
MIROSLAV KLOSE
MICHAEL BALLACK

hehe selain german pun aku ada suka dengan ITALI DENGAN TOTTI NYA
INGGRIS DENGAN BECKHAM NYA
ARGENTINA DENGAN BATISTUTA NYA

balik ke kota ku
tahun 2001 adalah tahun dimana aku mulai turun menjadi suporter.. Bukan menjadi penonton layar kaca lagi
bersama teman2 aku pergi mendukung tim PETROKIMIA PUTRA kebanggaan kota kami GRESIK
walau terkadang sering mbolos NGAJI
itupun pergi cuman membawa uang seadanya
cukup untuk beli 1 potong LUMPIYA dan urusan minum kita URUNAN
masuk stadium pun sudah dipastikan NUNUT orang dewasa yang bertiket
untuk syal pertama yang aku lihat adalah milik paman aku
SCUADRA GIALLO BLUE
PETROKIMIA PUTRA

hingga pada tahun 2002 PETROKIMIA PUTRA MENJADI JUARA LIGINA
setelah melalui masa yang sulit dan berbagai kejadian yang dramatis
cerita yang aku tahu salah satunya adalah saat semifinal mungkin seingatku
(dirijen kami sempat hampir membakar spanduk atau apa gtu
tapi karena gresik jadi lolos maka spanduk gak jadi terbakar dan hanya sebagian saja D ) ini adalah cerita waktu kecil lagi aku gak tau kejadian aslinya :'D

dan ULTRAS GRESIK mulai dikenal di belantika persuporteran indonesia karena sempat menjadi suporter terbaik seindonesiaBesarnya komunitas supporter menjadikan rasa kedewasaan yang menuntut pembenahan dlm kepengurusan maka diadakannya Kongres I sehingga pada piala Gubenur yang ke Ultras di nobatkan sebagai supporter terbaik se Jawa Timur dan sempat menjadi supporter kreatif se Indonesia versi SIWO -PWI. Sampai terdegradasinya PS. Petrokimia Putra tidak membuat surut semangat Ultras untuk menghidupkan persepakbolaan di Kota Gresik tercinta ini.
emang benar  banyak juga seporter club sepak bola di INDONESIA ini memakai nama ULTRAS
tapi , ada tapinya
INGAT hanya kamilah ULTRAS GRESIK (GRESIK UNITED) yang paling ter'ISTIMEWAH/ter'ELEGAN dbandingkan yang lainnya .
hanya KAMILAH yang dimana2 kami dijuluki sebagai ULTRAS MANIA"
hanya kamilah yang dari DULU hingga SEKARANG masih tetap KONSISTEN terkenal dngan nama ULTRAS GRESIK (GRESIK UNITED)
hanya kamilah juga ULTRAS yg prnah meraih the best seporter dengan nama
ULTRAS GRESIK" (MANIA)
ULTRAS kami ini fans club bukan ULTRAS korwil yg kebanyakan (rata - rata) dipakai suporter club sepak bola di indonesia lainnya
kami ada bukan karena emosi sesa'at , uang , / paksa'an .. tapi kami ada karena panggilan HATI & JIWA dari kami sendiri
Dan bagi kami :

\m/ ULTRAS GRESIK (GRESIK UNITED) \m/
DULU , SEKARANG , dan SELAMANYA .... !!! by Vihril

aku gak bisa cerita semuanya kerana sudah ada yang lupa dan ada juga yang biar jadi ingatanku sendiri

setelah tahun kegemilangan berlalu semua kembali biasa
player2 gresik pun dijual dan ada juga yang pindah ke klub lain :(
prestasi menurun dan akhirnya DEGRADASI :'(

XXXXXXX
2. Lanjutan ini versi suporter kebangsaan
kerana aku lahir di malaysia
maka impian aku kecil sebagai pemain bola
aku ingin jadi pemain timnas malaysia :)
tapi sampai kisah itu terjadi aku tak pernah kesampaian untuk memiliki jersey malaysia :(

pada tahun 2004 aku kembali ke malaysia untuk ambil I.C (kartu kewarganegaraan malaysia) kerana sudah berumur 12 tahun
saat itu berlangsung juga piala tiger
pada masa fase grup aku masih di indonesia
aku mengidolakan seorang HARDI ZAAFAR
apalagi saat gol spectacular nya ke gawang singapura yang saat itu dijaga lionel lewis
kiper terbaik turnamen itu

tapi semua terbalik dalam waktu singkat
sebelum semifinal kedua
kami nonton bersama di kongsi (semacam tempat berkumpulnya suatu kelompok di satu tempat)
sebelum pertandingan dimulai memang semua seakan gusar
tapi ada seseorang diantara orang2 tua yang ada disitu berkata
"kita tengok saja pertandingan ini
apa2 yang terjadi setelah ini
itu sudah takdir kita jadi pendatang di negeri ini" dalam bahasa madura tentunya :D
pertandingan pun akhirnya pun dimenangkan INDONESIA
kegembiraanpun terpancar dari masing2 orang
saat semua hendak kembali ke rumah dan kamar masing2
orang tua tadi pun berpesan
"hati2 semuanya, kemenangan ini ada balasannya
tapi jangan pernah takut
takdir kita hanya ALLAH yang mengatur"
sampai jumpa besok di tempat kerja saudaraku"
dalam bahasa madura tentunya :D
akhirnya aku tahu kalau orang itu sudah seperti pemimpin anggota kumpulan kami

saat aku hendak tidur
bapak beranjak keluar kamar
tapi aku mencegahnya
tapi bapak menjelaskan kepadaku bahwa bapak dan kawan2 bapak hendak berjaga2
"TIDURLAH SAL, KALAU ADA APA2 TENANG SAJA
SAAT BESAR NANTI KAU AKAN TAU APA YANG TERJADI"
aku akhirnya tidur ditemani emak :D
hehe namanya aja masih kecil tau ^^

mungkin belum lama aku tertidur
tiba2 ada suara gaduh yang membangunkanku
emak juga sudah tak ada di kamar
yang aku nampak dari dalam kamarku
diluar sana ada mobil rela (kereta kepolisian malaysia)
yang aku ingat aku keluar kamar dan disaat kelam kabut itu
aku nampak bibi aku
jadi aku berlari kearah bibi aku
selanjutnya dulu aku tak paham
bibi, aku dan beberapa orang dari kumpulan kami dan dari kumpulan lain
dipaksa naik kereta polis

dah tak yah cerita lagi dah apa yang terjadi
dua hari kemudian baru kami boleh keluar dengan bantuan negosiasi ntah apalah namanya

biarlah ini semua jadi kenanganku

#terinspirasi setelah membaca tulisan dari bagian kreasi ultras mania

XXXXXXX


3. Semakin dewasanya seorang suporter

hari2 pun berlanjut dan musim berganti
akhirnya LIVERPOOL juara champions league

GRESIK UNITED pada 2 Desember 2005, sebagai gabungan antara Petrokimia Gresik (tim Divisi Utama) dan Persegres Gresik (tim Divisi II).
masa baru pun kembali
gegap gempita yang pudar pun kembali bersemangat
hmm awal yang cukup baik walau tidak banyak yang terjadi
GERMANY dikalahkan ITALIA
FRANCE gua gagal di final dengan dramatik
dan akhirnya ITALIA juara FORZA GLI AZZURI

hinggap lagi di gresik
beberapa tahun menjadi seorang ultras mania gresik
ini adalah salah satu yang gak akan pernah kulupakan
hari itu selasa 6 MEI 2009
GRESIK UNITED VS PERSEBAYA
siang itu aku masih magang (praktek bengkel) sebenarnya aku minta libur tapi gak boleh
hmm tapi orang yang kerja disitu membolehkanku pulang agak awal tetapi setelah pertandingan selesai disuruh kembali ke bengkel lagi
everything is oke
jam 4 kurang aku berangkat ke stadium
dengan hanya diberi waktu istirahat 2 jam karena takut bos tau
maka aku bergegas masuk stadium dengan perasaan agak aneh
sampai di stadium yang penuh dengan BONEK si suporter persebaya
sedangkan para ULTRAS GRESIK hanya sedikit kurang lebih mungkin 1 sektor saja
dalam pertandingan itu GRESIK UNITED menang 2-1 atas persebaya
dengam beberapa keributan KECIL di pinggir lapangan
hingga akhir pertandingan terkendali
aku bergegas pulang setelah peluit dibunyikan
karena aku seorang diri dan tidak ada siapa2 yang aku kenali
maka aku pulang ke bengkel begitu saja
sampai dibengkel aku membantu membereskan bengkel ini karena mau tutup

tapi tidak lama berselang
terdengar suara ramai menghampiri sekitar bengkel
terlihat mereka seperti lari dari kejaran dengan ada yang membawa kaos, baju, celana yang entah dari mana mereka mendapatkannya
entah mengapa diantara mereka ada yang berhenti didepan bengkel
tiba2 saja ada lemparan batu dan kayu yang mampir ke bengkel
tiba2 aku dan mas yanto yang tinggal di bengkel gak sempat berbuat apa
cuman bisa membalas seadanya juga dengan lemparan
mas yanto mencoba menutup gerbang bengkel tetapi tak mampu karena agak banyak bonek yang melempari kita
"oi onok ultras gresik rek, sikat !!!"
ternyata mereka melihat spanduk dan kaos ULTRAS GRESIK ku
yang masih ada diatas sepeda motorku yang terparkir dihalaman motor
ada yang masuk dan hendak mengambil atributku itu
dengan cepat aku kibas remaja itu dengan sapu
kerana itulah yang bisa aku ambil secepatnya
tapi setelah remaja itu berlari kebelakang dan ATRIBUTKU kembali aman
hehe akhirnya aku juga merasakan lemparan batu dan 2 kali GEPUK AN ranting kayu
sebelum mereka lari karena masyarakat sekitar mulai datang
aku hanya bisa bersyukur kerana selamat ^^

akhirnya yang aku tahu
setelah pulang dari stadion para bonek membuat onar hingga ke jalan ra.kartini
tempat bengkel kerja ku berada
tepat di sekitar distro baju yang dijarah oleh para bonek

sesungguhnya masih dendam
tapi apalah gunanya dendam
jika damai itu indah
asal jangan terulang


XXXXXXX

4. 2010-2011 adalah masa terakhirku di gresik
sebelum aku merantau
kembali ke tempat aku dilahirkan SELANGOR, MALAYA

itu mungkin musim terbaikku saat menonton GRESIK UNITED  ku
dengan segala home away nya
kerana aku sudah gak sekolah dan gak kerja
jadi gak ada yang bisa jadi alasan untuk aku absen ^^

hmm sekarang aku dah hampir 1 tahun disini
tempat ku mencari nafkah dengan segala kondisi baru yang belum bisa menyesuaikan sepenuhnya

SELANGOR F.A itulah nama klub yang kudengar dari tahun 2005 dari orang tuaku
saat mereka bercerita tentang TREBLLE WINNER
BAMBANG PAMUNGKAS dan ELLIE AIBOY
yang menjadi pemain kunci saat itu
tapi hanya dari cerita orang tua ku lah aku tau perkembangan SELANGOR F.A

akhirnya ketemu juga wadah tempatku ingin jadi suporter SELANGOR
di facebook aku terjumpa page n grup ULTRASEL (Ultras Selangor)

Hehe kadang bila time rehat separuh masa
duduk sorang2 aku boleh jiwang pulak
dulu aku cuman dengar je bapak emak aku citer pasal tim SELANGOR ni
macam mana bambang jadi best player, top score, trebble winner
dan penyokong yang selalu ramai
banner kat mana2
jawa2 orang2 indonesia pun banyak datang stadium
pasal ada bambang dan ellie aiyboy

tiba aku balik kat selangor ni
bapak dah agak dah aku pasti jadi penyokong selangor
walaupun bapak nak tipu macam mana pun
bambang dan ellie dah tak main lah
hardi zaafar dan safee salee dah tak main lah
penyokong tinggal sikit lah
tim selangor dah tak menangan macam dulu lah

hmm tak apelah aku still berangkat
first time join ULTRASEL ni 8 februari
seingatku akhir januari atau awal februari aku join
first lawan lionsXII FA kot ^^
tak seperti yang kubayangkan
mereka boleh terima aku
padahal aku adalah seorang INDONESIA
yang sebagian besar dibenakku agak gimana gitu

Bila nak sokong kat stadium shah alam
nak tak nak mesti jalan dari batu 3 sampai stadium
memang penat lah tapi tu lah rebell nya

jalan sorang2 pun boleh layan jiwang dejavu time masih kecik dulu
jalan dari rumah pegi stadium mesti jalan ngan kawan2
kalau ada angkutan baru kita boleh tumpang alias "nggandol"
pernah jugak aku kene sekolah balik lambat time ada pertandingan
kawan2 pun dah pegi semua
nak tak nak pun aku mesti lah jalan sorang2
tapi inilah gresik
sampai tengah jalan pun kita boleh campur ngan budak2 lain
entah kenal ke tak kenal jalan sama je lah
SIJI GRESIK SIJI ULTRAS
pasal ni lah aku tak kesah walau jalan jauh sorang2
nama juga sudah GRESIK UNITED STREET PUNK
jadi tak paya nak takut jalan orang
YOU'LL NEVER WALK ALONE
pphhiiuuwwiitt

sampai saat ini aku oke dengan keadaanku bersama mereka
solidaritas terlalu hebat menurutku
jika aku ada masa
mereka mau menjemputku dan mengantarku pulang
sungguh tersanjung aku dibuatnya
bertemu lawan baru dan rival baru
tak ada yang salah menurutku ^^

entah apa yang mau dikata
inilah kehidupan seporter ku
hanya untuk berbagi cerita dan mengisi waktu kosongnya masa kerjaku
tertulis begitu saja
tapi ada yang privasi juga
dan tak ada kesalah pahaman tentangku
karena aku ada di garis keras sebuah batas rivalitas
menurutku aku ingin menjadi ultras seperti yang aku mau
bukan glory hunter ataupun ultras yang terlalu ikut kepahaman tapi tak mengerti nilai2 murni seorang ultras dan tradisi menjadi suporter

ALANGKAH INDAHNYA BERSATU - ULTRAS MANIA GRESIK
BANTAI SAMPAI MATI - ULTRASEL
DAJE ROMA DAJE - ULTRA ROMA
YOU'LL NEVER WALK ALONE - HOOLIGAN LIVERPOOL

never stop the step till the end 19\m/99
<photo id="1" />

Menang 3-1, Persegres GRESIK UNITED Tetap Bertahan di ISL

Palembang (beritajatim.com)- Persegres Gresik mampu memenangi laga play off setelah menundukkan PSIM Jogyakarta 3-1 di Stadion Gelora Sriwijaya, Jaka Baring Palembang, Rabu (17/07/2012).

Kedua gol kemenangan Persegres dicetak oleh Gaston Castano di menit 27 dan Gustavo Chena di menit 57 melalui tendangan bebas dan menit 74 di babak kedua. Satu-satunya gol PSIM dicetak Lakman Salan di menit 79 lewat sundulan kepala.

Dengan kemenangan ini, Persegres tetap bertahan di Indonesia Super League (ISL) di musim mendatang.

Pertandingan Persegres melawan PSIM berjalan cukup menarik. Pasalnya, kedua kesebelasan beberapa kali mencipatakan peluang.

Persegres yang diasuh Djoko Susilo lebih dominan dan mampu mengendalikan permainan. Sebaliknya PSIM yang mengandalkan dua pemain veteran Nova Zaenal dan Seto Nurdiantoro sedikit kesulitan menembus pertahanan Persegres.

Lini tengah Persegres yang dimotori Gustavo Chena, Agus Indra Kurniawan serta I Wayan Gangga Mudana tidak mampu diimbangi lini tengah PSIM yang menurunkan M.Irfan, Seto Nurdiantoro, dan Nova Zaenal.

Beberapa kali pemain Persegres mampu memainkan tempo permainan. Sedangkan pemain PSIM kehabisan stamina, sehingga anak asuh Hanafing kerepotan.

Hingga babak kedua berakhir, kedudukan masih tetap 3-1 untuk kemenangan Persegres. [dny/ted]

@ajay_hidayat

Sekilas Derby della Capitale


the Derby della Capitale yang juga dikenal dengan sebutan il Derby Della Capitale, Derby del Cupolone, atau The Rome Derby dalam bahasa Inggris, adalah pertemuan antara tim sepak bola yang berbasis di ibu kota Italia, Roma. SS Lazio dan AS Rioma adalah kedua tim yang dimaksud.
Pertandingan ini telah dinilai sebagai derby paling sengit di Italia dibandingkan derby lokal lainnya seperti Derby della Madonnina (Milan) dan Derby della Mole (Turin), dan telah menjadi salah satu derby ibu kota terbesar dan terpanas di Eropa. Hal ini secara historis telah ditandai dengan kehadiran massa yang besar di stadion, panasnya persaingan, dan tentu saja kekerasan seperti aksi rasis saat pertandingan yang terjadi akhir-akhir ini.
Dua insiden ekstrim telah meninggalkan jejak buruk pada sejarah derby ini. Pada tahun 1979, seorang pendukung Lazio, Vincenzo Paparelli dipukul di bagian mata dan terbunuh oleh mercon yang ditembakkan oleh seorang pendukung Rioma dari ujung stadion. Ia menjadi korban tewas pertama akibat kekerasan di sepak bola Italia, pada derby berikutnya para ultras Lazio membalas dengan membunuh fans Rioma.Pada tahun 2004 sebuah peristiwa yang tak terduga terjadi ketika pendukung ultras Rioma memaksa permainan untuk ditunda setelah tersebar desas-desus palsu bahwa seorang anak telah dibunuh oleh polisi sebelum awal permainan.
Dalam derby terakhir pada bulan Desember 2009 musim lalu, wasit juga terpaksa harus menghentikan pertandingan selama sekitar tujuh menit pada saat pertandingan masih berjalan 13 menit di babak pertama. Pemicunya adalah kembang api yang dilemparkan ultras Lazio ke dalam lapangan.

Pendukung Lazio saat derby Roma
RIVALITAS YANG SUDAH MENJADI KEBUDAYAAN
Penduduk Roma sepertinya ingin mengatakan kepada dunia bahwa Derby della Capitale lebih dari sekedar permainan. Klub AS Rioma didirikan sebagai hasil penggabungan dari tiga tim, Roman, Alba-Audace dan Fortitudo, yang merupakan perintah dari rezim fasis yang berkuasa dan diprakarsai oleh Italo Foschi. Hal itu disengaja oleh diktator fasis Benito Mussolini untuk membuat sebuah klub asal Roma yang kuat untuk menantang dominasi klub utara. Namun berkat pengaruh salah satu Jendral Fasis, Giorgio Vaccaro, Lazio memberanikan diri menjadi satu-satunya tim utama dari Roma yang menolak merger tersebut, yang kemudian membuat semacam persaingan dengan AS Roma dari tahun ke tahun.
Pertandingan pertama antara kedua tim diselenggarakan pada tanggal 8 Desember 1929 dan Roma berhasil keluar sebagai juaranya dan persaingan dengan cepat tumbuh di antara kedua tim. Sebenarnya penggemar kedua tim memiliki kesamaan yang dasar yaitu sangat membenci arogansi tim utama Italia bagian utara. Namun karena fakta bahwa Lazio dan Rioma tidak banyak memenangkan piala dibandingkan dengan raksasa dari utara, maka derby ini seperti menjadi pelampiasan bagi mereka untuk membuktikan siapa yang paling dominan di ibukota. Ketidakmampuan mereka untuk dominan di Italia dialihkan untuk menguasai Roma.
Pandangan kedua pendukung yang sempit semakin memperpanas persaingan. Mereka menganggap pertandingan ini sebagai pertempuran antara dua klub untuk memperjuangkan hak untuk mewakili kota-kota di seluruh negara.
Selain itu, penyebab lainnya adalah mengenai asal usul kedua tim. Lazio yang didirikan di distrik Prati pada awalnya berlatih dan bermain di lapangan Rondinella. Sedangkan Roma mulai bermain di Motovelodromo Appio dan kemudian ketika stadion baru mereka selesai dibangun, mereka pindah ke sekitar Testaccio. Hal ini membuat pernyataan ironis, yang dikenal sebagai Sfottò, yang berbicara pada asal usul pendukung kedua tim. Laziale dianggap sebagai orang luar karena mereka diduga berasal dari luar kota Roma. Namun mereka menjawabnya dengan menyatakan bahwa Lazio masuk ke Roma pada tahun 1900, lebih cepat dari AS Rioma yang baru didirikan pada tahun 1927.
Derby Roma juga telah menjadi tempat aksi yang berkaitan dengan politik, sosial dan ekonomi dari beberapa basis pendukung. Kelompok ultras Lazio sering menggunakan swastika dan simbol fasis di spanduk mereka dan mereka telah memperlihatkan perilaku rasis dalam beberapa kesempatan selama pertandingan. Terutama pada derby musim 1998-99 ketika Laziale membentangkan sebuah spanduk berukuran 50 meter bertuliskan, “Auschwitz is your town, the ovens are your houses”. Pemain berkulit hitam dari Roma adalah sasaran dari perilaku rasis dan ofensif tersebut.
Sebuah banner kelompok ultras Lazio juga pernah memajang tulisan “Team of blacks followed by Jews” untuk membalas kelompok ultras Rioma yang sebelumnya mengejek dengan tulisan “Team of sheep followed by shepherds”. Pada tahun 2000 pendukung Lazio menunjukkan dukungan mereka untuk kelompok nasionalis Serbia dan penjahat perang Arkan.
Secara resmi, pihak klub telah menjauhkan diri dari pendukung-pendukung semacam ini, yang membentuk kelompok-kelompok minoritas bergaris keras, dan berjuang untuk memerangi tindakan-tindakan mereka yang merugikan.
KERIBUTAN DI MUSIM SEMI 2004
Derby pada tanggal 21 Maret 2004 terpaksa harus terhenti pada empat menit memasuki babak kedua, dengan skor sementara 0-0, ketika huru-hara pecah di tribun penonton dan presiden Liga Sepakbola Italia, Adriano Galliani, memerintahkan wasit Roberto Rosetti untuk menangguhkan pertandingan.
Kerusuhan, yang diwarnai saling melempar kembang api, dimulai dari penyebaran desas-desus bahwa seorang anak laki-laki tewas tertabrak mobil polisi di luar stadion. Cerita ini cepat menyebar ke para pemain ketika tiga pemimpin kelompok ultras LAZIO berjalan memasuki lapangan untuk berbicara dengan Francesco Totti, kapten Rioma. Mereka mengancam Totti, yang terdengar di siaran TV sebagai sebuah ancaman kematian. Totti kemudian meminta untuk menghentikan pertandingan, dan Adriano Galliani yang dihubungi oleh wasit melalui telepon selular dari lapangan akhirnya memerintahkan permainan ditunda.
Setelah itu pertempuran berkepanjangan antara para penggemar dan polisi pun terjadi, beberapa stan yang berdiri dibakar dan orang-orang berlarian keluar stadion. Kerusuhan akhirnya berakhir dengan 13 orang diamankan dan lebih dari 170 polisi mengalami luka-luka. Polisi terpaksa harus memakai gas air mata setelah penggemar terus-terusan melempar kembang api dan mulai membakar mobil dan sepeda motor di luar stadion.
Ternyata rumor kematian anak yang menjadi pemicu kerusuhan itu adalah palsu. Banyak teori muncul untuk menjelaskan mengapa sekelompok ultras menginginkan permainan saat itu dihentikan. Diyakini bahwa ultras hanya ingin menyerang polisi, dan memberikan kesempatan untuk mendemonstrasikan kekuasaan mereka.
Pertandingan itu diulang pada tanggal 28 Maret dan berakhir imbang 1-1 tanpa terjadi masalah. Hasil imbang tersebut membuat Rioma telah menyia-nyiakan kesempatan terakhir mereka untuk mengejar pemimpin Serie A saat itu AC Milan.

gamellaggio ( Inter—Lazio )



Sebuah Catatan Panjang Sejarah dan Kejadian Dramatis
Stadio Giuseppe Meazza, San Siro, Milano, 23 April 2011. Menjelang laga Inter vs Lazio di pekan-pekan terakhir yang krusial di Serie A musim 2011/2012. Lazio sedang bersaing keras dengan Udinese untuk mengamankan tempat di UCL dan Inter sedang berjuang keras menghidupkan asa scudetto yang hampir pasti diraih AC Milan. Ketika kedua tim memasuki lapangan, dari salah satu bagian stadion puluhan flare warna biru langit dinyalakan, disusul pekikan ribuan orang: “A Roma Ce Solo Lazio” atau “Di Kota Roma Hanya Ada Lazio”. Kita yang hanya menyaksikan lewat televisi tentu mengira itu adalah ulah suporter Lazio. Sebenarnya bukan, flare dan teriakan itu justru dilakukan dari Curva Nord Stadio GM oleh puluhan ribu Interisti yang tergabung dalam Boys SAN dan beberapa kelompok ultras Inter lainnya. Baru setelah itu dari sisi Irriducibili Lazio dinyalakan flare warna biru gelap (warna Inter) dan para Laziali meneriakkan “Forza Inter Ale”. Itu adalah ritual selamat datang dari Interisti untuk Laziali dan tanda persahabatan Laziali bagi Interisti. Ritual itu sudah berusia lebih dari satu dekade sejak kedua kelompok suporter ultras menjalin gamellaggio (twinning, persaudaraan). Di Stadio Olimpico, ritual dilakukan sebaliknya. Irriducibili Lazio menyalakan flare biru gelap disertai teriakan “Forza Inter Ale” dan dibalas oleh Interisti dengan flare biru langit dan teriakan “A Roma Ce Solo Lazio.”
Mengapa kita bersahabat dengan Lazio? Karena sama-sama menempati Curva Nord? Dan mengapa Lazio berseteru dengan AS Roma? Karena menghuni kota yang sama? Itu memang salah satu alasan tetapi latar belakang sesungguhnya adalah sebuah sejarah panjang dan kompleks, dimulai bahkan dari saat awal eksistensi kedua klub itu.
Takdir Mulai Saat Kelahiran
SS Lazio dibentuk tahun 1900 oleh para politisi dan usahawan berhaluan politik kanan dan anti-Yahudi serta berbasis pendukung kaum terpelajar dan kalangan menengah-atas Roma. Kelompok berhaluan serupa juga lah yang mendirikan Inter saat melepaskan diri dari AC Milan tahun 1908.
Saat diktator fasis Benito Mussolini berkuasa di Italia, dia memerintahkan semua klub di kota Roma di-merger menjadi AS Roma tahun 1927. Semua mematuhi, kecuali SS Lazio yang menentang dan tetap berdiri sendiri. AS Roma dikuasai oleh golongan kiri dan didukung oleh kelas buruh dan masyarakat Yahudi (kelompok serupa yang mendukung AC Milan). Di kota Milan, Mussolini melakukan hal yang sama, dan Inter melakukan penentangan yang sama sehingga sementara harus berganti nama menjadi Ambrosiana Milano. Sejarah awal ini telah menyemai ikatan antara SS Lazio dan Inter serta menempatkan AS Roma dan AC Milan pada pihak yang berseberangan. Lokasi yang sama di Curva Nord (Lazio dan Inter) dan di Curva Sud (AS Roma dan AC Milan) makin mempertajam perbedaan ini. Dan, tentu saja, faktor lokasi di Kota yang sama menjadikan persaingan Lazio-Roma menjadi semakin memanas. Lazio dan pendukungnya merasa sebagai yang pertama di Roma, sedangkan AS Roma menganggap dirinya satu-satunya klub yang menyandang nama kota.
Persaingan ini sedemikian panasnya, sehingga Derby della Capitale (SS Lazio vs AS Roma) dinobatkan sebagai derbi paling panas di Italia bahkan di Eropa, melebihi Derby della Madoninna (Inter vs Milan), Derby Manchester (MU vs Manchester City) bahkan mengungguli El Classico (Barcelona vs Madrid). Kalau Interisti dan Milanisti hanya panas di dunia maya tetapi bersahabat di dunia nyata, Laziali dan Romanisti berseteru dalam arti sebenarnya, di dunia maya maupun di dunia nyata. Hampir tak pernah terjadi Derby della Capitale tanpa kerusuhan. Tercatat beberapa nyawa melayang dan ratusan orang telah terluka karena derbi ini. Derby della Capitale adalah “neraka” sepakbola Italia.
Gamellaggio Lazio-Inter
Persaudaraan ini terjadi sepanjang sejarah. Tak pernah ada catatan insiden antara Laziali dan Interisti. Kesamaan aliran politik dan basis pendukung membuat kedua kelompok suporter ini selalu rukun. Gamellaggio secara formal terjadi saat kedua suporter bertemu dalam final UEFA Cup tahun 1998 di Paris yang dimenangkan Inter dengan 3-0. Sikap ksatria Irriducibili Lazio dan sikap simpatik Boys SAN Inter membuat kedua suporter mendapatkan penghargaan fair play dari UEFA. Dan saat itu tercapailah kesepakatan persaudaraan antara Laziali dan Interisti yang makin menguat hingga hari ini.
Inilah beberapa kejadian unik yang menunjukkan eratnya gamellagio Lazio-Inter:
Nasib Tragis Zaccheroni, 5 Mei 2002
Pada pertandingan giornata 34 musim 2001/2002 tanggal (match terakhir, karena saat itu Serie A hanya berisi 18 tim), terjadi peristiwa yang unik di Stadio Olimpico pada laga Lazio vs Inter. Saat itu Inter di ambang juara karena cukup dengan mengalahkan Lazio maka mereka akan meraih scudetto mengungguli Juventus. Maka Laziali di Stadio Olimpico, dimotori Irriducubili Lazio mendukung Inter habis-habisan dan meminta Lazio kalah, agar yang mendapatkan scudetto Inter, rival Lazio: Juventus. Sayangnya malam itu para punggawa Nerazzurri gagal meraih scudetto yang sudah di depan mata, kalah 2-4 dari Biancoceleste. Dan Juventus merebut scudetto dengan 71 poin, diikuti Roma dengan 70 poin. Inter sendiri di posisi ketiga dengan 69 poin. Akibat kejadian ini, Irriducibili Lazio mendemo manajemen Lazio dan meminta allenatore Lazio, Alberto Zaccheroni dipecat. Zaccheroni pun akhirnya mengundurkan diri. Dia dimusuhi Laziali justru karena timnya memenangkan laga. Ironis, tapi itulah jiwa Irriducibili Lazio: persahabatan dan solidaritas ditempatkan di atas sepak bola itu sendiri.
Stadio Giuseppe Meazza Tanpa Banner dan Flare, 15 November 2007
Empat hari sebelumnya, seorang DJ terkenal di kota Roma, Gabriele Sandri, seorang pendukung ultras Lazio, menjadi korban tak berdosa dalam kerusuhan antara sekelompok suporter anarkis Juventus dan kepolisian kota Roma. Sandri tertembak di bagian belakang kepalanya oleh polisi. Kerusuhan pun meledak, menuntut keadilan. Tidak hanya karena para Laziali menyerang kantor polisi Roma, tapi juga di Milano, oleh Interisti menyerang kantor polisi Milano, menunjukkan solidaritasnya. Untuk menghormati Sandri, Inter menunda sehari pertandingan Inter vs Lazio di Stadio Giuseppe Meazza yang seharusnya digelar 14 November. Saat pertandingan berlangsung, Boys SAN Inter memprakarsai mengheningkan cipta selama 5 menit di stadion untuk menghormati Sandri. Dan malam itu, di Curva Nord Giuseppe Meazza, tempat para Interisti, sama sekali tidak terlihat sepotong pun spanduk, banner ataupun sebuah flare pun yang mereka nyalakan. Kelompok-kelompok ultras Inter hanya membentangkan sebuah spanduk besar dengan tulisan warna biru langit berlatar belakang biru gelap bertuliskan: “Gabriele Sandri, Kau Akan Selalu Berada di Hati Kami”.
Korban Berikutnya, Jersey No 12 SS Lazio, Minggu, 2 Mei 2010
Stadio Olimpico Roma dipenuhi pendukung Lazio dan Inter yang menantikan pertandingan Serie A giornata 36 musim 2009/2010. Pertandingan ini sangat menentukan bagi kedua tim. Bagi inter, memenangi pertandingan ini akan mempermudah meraih Scudetto, dan akan mengambil alih poisisi cappolista dari AS Roma yang sementara unggul 1 poin. Bagi Lazio memenangi pertandingan ini akan lebih mengamankan diri dari kemungkinan degradasi ke Serie B, karena saat itu Lazio berada di posisi 17 dan hanya terpaut 4 poin dari zona merah.
Ritual gamellagio seperti pada pembuka tulisan ini pun dilakukan. Itu hal biasa. Yang luar biasa adalah banyak bendera Inter dan spanduk-spanduk pemberi semangat bagi Inter dikibarkan oleh Irriducibili Lazio. Yang paling mencengangkan tentu saja sebuah spanduk para Laziali yang ditujukkan kepada para pemain Lazio sendiri: “Kalau sampai menit ke 80 Lazio unggul, kami akan masuk ke lapangan!” Spanduk ini disita polisi tak lama kemudian tetapi muncul spanduk-spanduk lain yang tak kalah mengerikan: “Nando (maksudnya Fernando Muslera), biarkan bola melewatimu, dan kami akan tetap menyayangimu.” “Zarate, satu gol saja kau cetak, kami paketkan kau ke Buenos Aires.” Rupa-rupanya para pendukung Lazio ingin agar Inter mengalahkan timnya malam itu, untuk melicinkan jalan Inter menuju scudetto. Mereka lebih memilih risiko Lazio turun ke Serie B daripada Roma yang memperoleh scudetto.
Suasana pertandingan pun menjadi sangat aneh. Lazio sama sekali tidak memperoleh dukungan fans-nya sendiri walaupun bermain di Olimpico. Sebaliknya Inter sebagai tamu justru memperoleh dukungan luar biasa. Setiap kali pemain Inter menguasai bola, para Laziali berteriak, “Biarkan mereka lewat!” Malam itu portiere Lazio, Fernando Muslera, bermain sangat gemilang. Tak kurang dari 10 penyelamatan luar biasa dilakukannya. Tiap kali Muslera menggagalkan gol Inter, teriakan cemoohan pun berkumandang ke arahnya. Akhirnya pada injury time babak pertama, tandukan Walter Samuel mengubah skor menjadi 0-1. Stadion bergelegar dan muncul spanduk ejekan dari Laziali bertuliskan, “Oh, Noooo Roma!” dan, “Scudetto Game Over, Roma!”
Di babak kedua mental pemain Lazio (kecuali Muslera yang tetap bermain gemilang) pun runtuh. Kesalahan demi kesalahan dilakukan dan membuat Thiago Motta menggenapkan kemenangan Inter menjadi 0-2 di menit ke 70. Di akhir pertandingan, para pemain Lazio meninggalkan pertandingan dengan sedih dan marah karena merasa “dihianati” Laziali. Presiden Roma, Rosella Sensi mengecam habis-habisan ulah Laziali tersebut. Jose Mourinho hanya berkomentar pendek, “Saya belum pernah menyaksikan yang seperti ini.” Asisten pelatih Lazio mengakui bahwa anak asuhnya sangat terpengaruh oleh suasana stadion dan tidak bisa menampilkan performa terbaiknya.
Inter akhirnya merebut scudetto 2009/2010 dengan keunggulan 2 poin atas AS Roma. Syukurlah, Lazio mampu memenangi 2 laga sisa, terhindar degradasi dan menempati posisi akhir klasemen di urutan ke 12. Insiden ini membuat presiden Lazio, Claudio Lotito marah besar. Tahun 2003 Lazio memutuskan untuk mengistirahatkan jersey no. 12 sebagai penghormatan pada Irriducibili Lazio sebagai “pemain ke 12″. Tetapi karena kejadian ini (ditambah lagi dengan kehadiran politisi lawan Lotito di tribun Irriducibili Lazio beberapa pertandingan sebelumnya) maka jersey no. 12 ditarik kembali dari peristirahatannya dan pada musim 2010/2011 dipakai oleh portiere kedua Lazio, Tomasso Berni. Musim 2011/2012 jersey no 12 dipakai oleh difensore Marius Stankevicius. Satu bukti lagi, bahwa bagi Irriducibili Lazio, persahabatan dan solidaritas adalah yang terpenting.
Kawan dan Rival Bersama, Bagaimana di Indonesia?
Sejarah telah berbicara, dan akhirnya menempatkan AS Roma, AC Milan dan Juventus sebagai rival bersama Lazio dan Inter. Di Indonesia, gamellagio Lazio-Inter ini masih sangat kurang terasa. Tak jarang Laziali dan Interisti justru terlibat perdebatan panas di berbagai grup dan fanpage. Padahal di Italia, persaudaraan ini demikian erat di dunia maya dan di dunia nyata. Yang telah ada adalah menempatkan AS Roma, AC Milan dan Juventus sebagai rival bersama. Satu keanehan lagi di Indonesia, Milanisti dan Juventini cenderung bersahabat, sementara di Italia, mereka berdua adalah rival.
(Dari berbagai sumber: forum LaCurvaNord, LazioForever, ForzaInterForums, UltrasLazio dan IrriducibiliLazio).
ditulis oleh Galuh Lazialita Biancoceleste

Pengenalan Southern Troop Ultras (STU)

Siapa Kami?




Southern Troop Ultras (STU) merupakan kumpulan ultras Johor.

Tertubuh secara rasmi pada 6 Mac 2010 untuk memberi sokongan padu secara tersusun
kepada setiap pasukan bola sepak di negeri Johor
iaitu JohorFA, JohorFC, MP Muar dan lain-lain.

Ultras secara ringkasnya merupakan ideologi menyokong sesebuah pasukan
secara tersusun dan sentiasa bersorak selama perlawanan berlangsung
pada tak kira situasi, ketika menang apatah lagi di ambang kekalahan

Oleh itu, ia bukan sebuah fan club,dan juga bukan pasukan sorak
seperti cheerleading pasukan sekolah.

4 elemen di bawah membezakan ultras dengan yang lain

  1. Tidak pernah henti menyanyi dan bersorak, tidak kira apa jua keputusan semasa perlawanan
  2. Tidak pernah duduk, sebaliknya sentiasa berdiri selama mana perlawanan berlangsung

3. Menghadiri seberapa banyak perlawanan home dan away,tanpa mengira kos dan jarak terpaksa diharungi
4. Setia pada *curva



Gambar dipetik dari acmilan.com

*dipetik dari perkataan latino,curva. Dalam istilah Bahasa Inggeris,"curve" bermaksud lengkung. Merupakan satu kawasan di dalam stadium yang akan dipilih Ultras sebagai tempat mereka, kebiasaannya di tempat melengkung dan bertentangan dengan grandstand (tempat duduk utama),dan dibelakang post goal.

from : http://southerntroopultras.blogspot.com/2010/04/pengenalan-southern-troop-ultras-stu.html